-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Budaya Kumpul Di Warung Kopi Serta Dampak Bagi Pelajar

Wednesday, 29 December 2021 | December 29, 2021 WIB | 0 Views Last Updated 2021-12-30T03:00:00Z

Sumber Ilustrasi : Dokumentasi Mahasiswa KKN di Gampong Alue Merbau

Pada saat ini perkembangan bisnis ataupun usaha begitu pesat, terutama dalam bidang minuman maupun makanan. Perkembangan usaha yang bergerak dalam bidang cafe maupun warung khususnya yang menyediakan kopi berkembang sangat marak di kota Langsa, hal ini dikarenakan kopi merupakan minuman khas masyarakat Aceh, selain rasanya yang nikmat, warung kopi juga merupakan tempat berkumpul sekedar bersapa maupun bersilaturrahim dengan keluarga, teman, maupun rekan kerja.  Hal ini dapat dilihat dari jumlah warung kopi  yang terus bertambah, baik dalam skala kecil (warung), maupun skala besar (cafe). Bahkan sering kali dijumpai dalam satu lokasi yang berdekatan, terdapat dua atau lebih cafe atau warung dengan skala usaha yang sama besar, dengan daftar menu yang kurang lebih sama. Adapun beberapa warung kopi yang banyak dikunjungi oleh para pelajar yaitu warung POS Kupi, Skala, Sedotan café dan lain sebagainya.

 

Selain untuk menikmati pengunjung juga dapat menikmati wifi gratis yang menjadikan banyak masyarakat suka duduk diwarung kopi, hal ini menjadi sebuah kebiasaan bagi masyarakat, jika kita mereflek satu dekade sebelumnya, budaya minum kopi dan duduk diwarung kopi hanya dilakukan oleh para orang dewasa, namun seiring perkembangan zaman budaya kumpul diwarung kopi menjadi sebuah kebiasaan yang tidak dapat dihindari, bahkan banyak dari para pelajar yang menghabiskan waktu diwarung kopi.

Belakangan ini desaign warung kopi memiliki berbagai konsep, tidak seperti zaman dahulu, sehingga banyak pengunjung yang mengabadikan photo bersama teman, keluarga maupun rekan kerja. Tidak hanya tempat swafoto, banyak juga kafe yang di desain dengan tema-tema khusus. Makanan dan minuman yang ditawarkan juga semakin bervariasi dan unik, bahkan ada kafe yang mempunyai menu andalan tersendiri yang berbeda dengan kafe lain.

 

Budaya ngumpul diwarung kopi seringkali dikaitkan membawa dampak negative, terutama bagi pelajar, karena dinilai membuang waktu percuma dengan melakukan hal-hal yang tidak produktif. Masyarakat khawatir dengan aktivitas para pelajar yang tak bermanfaat, padahal mahasiswa sendiri merupakan agent of change atau agen pembawa perubahan. Faktanya, banyak hal positif yang dapat kita peroleh dari berkumpul bersama, misalnya berinteraksi dengan orang lain, menambah wawasan kita tentang dunia luar dan memperluas koneksi kita. Bagi orang yang memiliki suatu usaha, Pelajar-pelajar yang mempunyai suatu proyek dan butuh diskusi, tetapi tidak ingin suasananya tegang juga dapat berkumpul di tempat yang nyaman.

 

Masyarakat Indonesia biasanya menyelesaikan masalah dengan musyawarah, hal ini juga dapat dilakukan dengan kumpul bersama teman. Tidak ada salahnya juga ketika merasa bosan dengan rutinitas sehari-hari lalu menyegarkan pikiran dengan berkumpulbersama teman di suatu tempat, membahas kehidupan sehari-hari, dan berita-berita yang sedang hangat sekarang. Namun juga tidak salah dalam memilih teman dalam pergaulan sehingga dampak yang dihasilkan juga akan lebih terarah pada hal yang positif.

Penulis : Hanni Sukma dan Juliana(Mahasiswa KKN 2021, Jurusan PGMI, IAIN Langsa)


×
Berita Terbaru Update