-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Eksistensi Sawah Sebagai Sumber Ekonomi Masyarakat Alue Merbau

Tuesday, 28 December 2021 | December 28, 2021 WIB | 0 Views Last Updated 2021-12-28T16:14:19Z

Sumber : Dokumentasi KKN Mahasiswa/i IAIN Langsa di Gampong Alue Merbau


Sawah merupakan salah satu sumber daya alam yang penting keberadaannya bagi para petani dalam memenuhi kebutuhannya. Hasil dari pertanian tidak hanya untuk konsumsi saja akan tetapi juga sebagai sumber ekonomi bagi masyarakat. Salah satu wilayah kota Langsa yang masih banyak terdapat persawahan adalah Gampoeng Alue Merbau yang mempunyai luas wilayah adalah 397 Ha. Dilihat dari segi wilayah, Gampoeng Alue Merbau terdiri dari dataran rendah sedikit bergelombang, dataran rendah ini mencapai 200 meter diatas permukaan laut. Sesuai dengan letaknya geografis Gampoeng Alue Merbau yang subur tanahnya dan baik sekali untuk dijadikan areal pertanian, maka oleh sebab itu sebahagian besar penduduknya bermata pencaharian dibidang pertanian. 


Keberadaan lahan sawah memiliki banyak fungsi, baik untuk kehidupan manusia maupun lingkungan. Fungsi lahan sawah bagi kehidupan manusia selain sebagai penghasil bahan pangan, juga merupakan salah satu sumber pendapatan, tempat bekerja, tempat rekreasi, tempat mencari ilmu, dan lain sebagainya. Fungsi lahan sawah bagi lingkungan dapat dilihat dari fungsi lahan sawah sebagai tempat hidup berbagai tumbuhan, tempat berkembang biak berbagai organisme hidup seperti cacing, berbagai serangga, burung, belut, ular, dan organisme lainnya, berperan dalam mencegah terjadinya banjir, erosi, maupun tanah tanah longsor. 


Secara ekonomi, dilihat dari penghasilan dari mata pencarian petani, rata-rata penghasilan pertanian di Gampong Alue Merbau cukup besar. Hal ini dikarenakan harga jual gabah yang di atas rata-rata sehingga sangat mempengaruhi pendapatan. Rata-rata petani mendapatkan Rp.13.355.000,-/hektar atau sekitar Rp. 3.050.000,-/ bulan jika dalam satu tahun 3 kali panen atau Rp.2.600.000/bulan jika dalam satu tahun hanya terdapat 2 kali panen. Pendapatan itu cukup besar. Secara angka memang rata-rata pendapatan petani cukup besar, namun kenyataanya hasil dari bertani hanya bisa digunakan untuk makan saja, paling tidak hasil panen bisa dikonsumsi sendiri. Hal ini yang membuat para petani tetap bertahan dengan mata pencahariannya, karena mata pencahariaan ini yang memberikan kehidupan kepada petani. 


Kota Langsa sebagai kota industry dan jasa seharusnya dapat memenuhi kebutuhan provinsi sebagai kota yang dapat menjalankan fungsi sebagai kota, dimana kota merupakan suatu wilayah yang kegiatan ekonominya diluar sektor pertanian. Namun disisi lain lahan pertanian menjadi salah satu faktor pendukung sumber pendapatan bagi masyarakat setempat, dilihat dari aspek fisik dan sosialnya. Jika diperhatikan produksi lahan sawah di gampong Alue Merbau baik dan dapat memenuhi kebutuhan. Namun di sisi lain bila dilihat dari perkembangan dan pertumbuhan penduduk memungkinkan terjadinya konversi lahan dari lahan sawah menjadi pemukiman, industri atau lainnya, maka perlu adanya intensifikasi lahan di wilayah lain untuk memenuhi kebutuhan konsumsi bagi masyarakat. 


Pada saat ini perlu kiranya pemerintah memperhatikan eksitensi sawah bagi masyarakat, baik di gampong Alue Merbau ataupun di wilayah lainnya, selain itu perlu kiranya pemerintah memberikan pelatihan skill agar masyarakat dapat mengantisipasi dampak yang terjadi akibat adanya konversi lahan sawah menjadi pemukiman penduduk 


Penulis : Lisa Lubis dan Dara Maulida (Mahasiswa IAIN Langsa Dan Peserta KPM Tematik Tahun 2021)


×
Berita Terbaru Update